RSS

BP3A Sulut Kecam Aksi Cabul Nelayan Filipina

03 Jun

Satu korban tewas pendarahan

mieke pangkongPemerintah Propinsi Sulawesi Utara melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) mengecam keras tindakan asusila terhadap anak di bawah umur.
Salah satu kasus yang kini menjadi perhatian adalah aksi cabul nelayan dari negara tetangga terhadap dua bocah Sangihe.
Bahkan satu korban yang berusia 10 tahun dikabarkan meninggal dunia akibat pendarahan.
“Kami mengecam aksi tak terpuji yang melecehkan anak-anak di bawah umur, apalagi di Sangihe, ada korban jiwa,”tandas Ir Mieke Pangkong MSi selaku Kepala BP3A kepada METRO Selasa (03/06).
Pangkong menambahkan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang dengan cekatan langsung menangkap pelaku cabul dan berharap tindakan sesuai hukum dapat segera diberikan.
Pada pemberitaan sebelumnya dua bocah di bawah umur warga salah satu kelurahan di kota Tahuna diduga telah dilecehkan dua nelayan yang berasal dari Filipina. Akibatnya salah satu korban sebut saja bunga (10), terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Liungkendage Tahuna, karena kemaluannya robek akibat dimasukan jari oleh tersangka. Dan dikabarkan korban telah menghembuskan nafas terakhir Selasa (03/06) kemarin pagi sekitar pukul 05.30 Wita.
Kedua nelayan yang katanya berketurunan Sangihe tersebut terancam 12 tahun penjara karena melanggar pasal 81 undang- undang perliindungan anak.(harianmetromanado)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 3, 2014 in Politik dan Dinamika Sulut

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: