RSS

Bakorluh Genjot Sertifikasi Penyuluh

24 Okt

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh) Sulut Ir Jefrie Senduk MSi

Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh) Sulut Ir Jefrie Senduk MSi

Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sulut terus berupaya meningkatkan proses dan mutu hasil penyuluhan, serta meningkatkan profesionalisme Penyuluh Pertanian demi menunjang program yang ada. Salah satunya dengan mengikutsertakan penyuluh dalam mengikuti Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian.
“Para penyuluh pertanian secara bertahap kami kirimkan untuk mengikuti diklat serta ujian kompetensi sehingga peran mereka dalam mendampingi pelaku utama yaitu petani dapat terjamin, atau memiliki aspek legalitas formal,” ujar Kepala Bakorluh Sulut, Ir Jeffry Senduk kepada METRO di ruang kerjanya Rabu (23/10).
Menurut Senduk saat ini penyuluh yang telah disertifikasi masih minim. “Terdata baru 36 orang penyuluh yang telah lulus Profesi Penyuluh Pertanian,” jelasnya.
Dijabarkan Senduk manfaat sertifikasi tersebut antara lain untuk lindungi profesi Penyuluh Pertanian dari praktik-praktik yang tidak kompeten yang dapat merusak citra profesi Penyuluh Pertanian, Melindungi masyarakat dari praktik-praktik penyuluhan pertanian yang tidak bertanggung jawab serta menjamin mutu penyelenggaraan penyuluhan pertanian.
Sertifikasi tersebut seperti dirangkum harian ini adalah mengacu pada undang-undang nomor 16 tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan dan dalam implementasinya telah ditetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia sektor pertanian bidang Penyuluh Pertanian dengan keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomo Kep.29/MEN/III/2010.
Ditambahkan Senduk bagi mereka yang telah memiliki sertifikat untuk tidak lupa melakukan perpanjangan dengan uji sertifikasi profesi ulang.
“Yang sudah ada untuk tak lupa melapor guna pendataan, karena sertifikat tersebut memiliki jangka waktu, yaitu selama 4 (empat) tahun, spabila tidak diperpanjang, maka sertifikat tersebut dinyatakan tidak berlaku,”pungkasnya.(harianmetromanado)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 24, 2013 in Politik dan Dinamika Sulut

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: