RSS

Terkait kasus Lion Air, Dishubkominfo Tunggu Hasil dari Otoritas Bandara

02 Okt
Penumpang Buka Paksa Pintu Darurat Lion karena Kepanasan.(foto istimewa)

Penumpang Buka Paksa Pintu Darurat Lion karena Kepanasan.(foto istimewa)

Kasus Lion Air tujuan Manado-Jakarta yang nyaris merenggut korban jiwa akibat 198 penumpang terjebak dalam pesawat dengan kandungan oksigen rendah kurang ditanggapi oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulut.
Bahkan instansi yang kini dipimpin Joi Oroh itu, hanya berpangku tangan menunggu hasil laporan otoritas bandara.
“Kami masih menunggu hasil tertulis dari otoritas bandara,” ujarnya kepada METRO, Selasa (01/10) kemarin.
Padahal, Oroh bisa saja dapat langsung mengambil langkah tegas dan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan agar memberikan teguran keras kepada pihak Lion Air.
Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo seperti dilansir harian ini dari tempo menyatakan sudah menerima klarifikasi mengenai gangguan pesawat Lion Air di Bandara Sam Ratulangi, Manado, kemarin. “Saya sudah telepon Direktur Airport Operation and Services Lion Air, Daniel Putut, tapi saya tetap minta surat klarifikasi resmi dari direksi Lion Air,” ucap Djoko.
Ia mengungkapkan, dari penjelasan Daniel, auxiliary power unit (APU) pesawat memang rusak. Sebagai konsekuensi, pendingin ruangan (AC) pesawat berhenti. APU merupakan perangkat yang membantu pengoperasian peralatan elektronik selama mesin pesawat belum dinyalakan.
“AC berhenti itu merupakan konsekuensi matinya APU,” ucapnya. Djoko mengatakan, karena penumpang terlanjur panik dan merasa kepanasan, mereka kemudian membuka paksa pintu darurat. Ia menyebut tindakan tersebut tidak benar. Seharusnya, ia melanjutkan, pintu darurat pesawat hanya boleh dibuka oleh kru kabin.
“Bukan AC, masalahnya ada di APU,” kata Direktur Airport Operation and Services Lion Air, Daniel Putut, saat dihubungi.
Ia menjelaskan, saat masih berada di bawah (ground), pesawat memerlukan tenaga dari APU untuk dapat menghidupkan mesin utama. Namun, kata Daniel, APU pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 775 mengalami gangguan pada 11.00 WITA kemarin. Meski demikian, ia mengatakan pesawat masih laik terbang.
Pada pemberitaan sebelumnya mengatakan bahwa Ratusan penumpang pesawat Lion Air Boing 737-900ER tujuan Manado-Jakarta, dengan nomor penerbangan JT 775 flight, Senin (30/09) siang, sekitar pukul 11.00 WITA, nyaris tewas. Ini terjadi setelah suhu dalam pesawat mulai panas dan kekurangan oksigen karena pendingin dalam kabin tidak berfungsi. Sementara itu pihak Lion Air melalui Regional Manager, Mohamad Aliwes, mengakui ada permasalahan dengan technical dan sebenarnya pesawat sudah siap.
Buntutnya di dalam ruang chek in bandara Sam Ratulangi, para penumpang mengumpat dan menuntut pihak managemen Lion Air untuk bertangungjawab atas peristiwa yang dialami mereka.(harianmetromanado)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 2, 2013 in Politik dan Dinamika Sulut

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: